Vonis Bebas Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UNRI "Mencedrai Nilai Keadilan"
Selasa, 05/04/2022 - 19:11:49 WIB
AKTIVIS PEREMPUAN RIAU
TERKAIT:
 
  • Vonis Bebas Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UNRI "Mencedrai Nilai Keadilan"
  •  

    Pekanbaru-Putusan majelis hakim itu dibacakan pada Rabu (30/3) lalu dalam sidang tertutup. Hanya terdakwa, jaksa, pengacara korban dan hakim yang terhubung secara daring. Namun yang lebih mengecewakan daripada keterbatasan akses terhadap sidang itu, adalah putusan majelis hakim PN Pekanbaru.

    “Apa yang dilakukan hakim pada PN Pekanbaru itu sebuah tindakan mencedrai nilai keadilan terhadap korban, khususnya pada kasus ini. Juga pada korban-korban kekerasan seksual pada umumnya hal ini disampaikan oleh Rika Parlina Ketua TRC PPA Propinsi Riau, selasa, 05.04/22. Rika menyorot dalam kasus Dugaan Pelecehan seksual ini Hakim tidak bisa berpedoman pada satu alat bukti atau saksi, pengakuan sikorban itu sudah jelas dan kita berharap keputusan ini bisa ditinjau dalam kasasi nantinya.

    Sementara itu Ketua KOMANAS Perempuan Anak Riau Dewi Arisanti berdasarkan diskusi yang digelar dengan mahasiswa dan aktivis Perempuan serta elemen organisasi lainnya, pihak siap membantu menindaklanjunti kasus ini sesuai dengan permintaan adek adek Mahasiswa, kita akan galang dukungan agar kasus ini bisa mencapai nilai keadilan, kalau tidak menjadi preseden buruk kedepannya,

    Disisi lain YLBHI menanggapi Putusan majelis hakim itu dibacakan pada Rabu (30/3) lalu dalam sidang tertutup. Hanya terdakwa, jaksa, pengacara korban dan hakim yang terhubung secara daring. Namun yang lebih mengecewakan daripada keterbatasan akses terhadap sidang itu, adalah putusan majelis hakim PN Pekanbaru.

    Meila Nurul Fajriah dari YLBHI menilai, putusan hakim mengkhianati semua pihak yang berjuang menghapus kekerasan seksual.

    “Apa yang dilakukan hakim pada PN Pekanbaru itu sebuah pengkhianatan terhadap korban, khususnya pada kasus ini. Juga pada korban-korban kekerasan seksual pada umumnya. Karena kita tidak bisa pungkiri, bahwa satu putusan bisa menjadi acuan bagi hakim-hakim lain untuk membuat putusan yang sama,” kata Meila, dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (5/4).

    YLBHI, kata Meila, melihat hakim pada perkara ini, tidak mengindahkan Peraturan MA nomor 3/2017, tentang penanganan perkara perempuan berhadapan dengan hukum.

    “Putusan ini merupakan salah satu pukulan telak bagi kita semua, yang selama ini fokus pada perlindungan korban khususnya, dan juga selalu berupaya dapat mengakses perlindungan dan pemulihan bagi korban
    Salah satu poin penting dalam kasus ini, adalah adanya relasi kuasa yang timpang antara SH sebagai Dekan Fisip Universitas Riau (UnRi), dengan korbannya yang seorang mahasiswi. Peraturan MA Nomor 3/2017 telah memberikan perhatian khusus terhadap relasi kuasa semacam ini, dalam kasus kekerasan seksual. Namun hakim di PN Pekanbaru tidak mengindahkanya.

    “Hakim tidak mengindahkan relasi kuasa disitu. Kita bisa lihat antara dosen dan mahasiswi, apalagi dosen ini punya jabatan struktural tinggi di kampus,” tambah Meila.

    Selain itu, hakim kasus ini juga menyatakan bukti perkara tidak kuat. Padahal Peraturan MA menegaskan, bahwa kondisi psikologis korban harus diperhatikan dan dapat dijadikan bukti.(Tim)





     
    Berita Lainnya :
  • Keluarga Inuman Kuansing Gelar Halal BI Halal di Kediaman PLT Bupati.
  • Bupati Suhardiman Akan Lakukan Perombakan kabinet sesuai Keahlian.
  • Ratusan Kader Demokrat Dukung Ardo Jadi Bupati Kampar 2024
  • Ratusan Kader Demokrat Dukung Ardo Jadi Bupati Kampar 2024
  • Ratusan Kader Demokrat Dukung Ardo Jadi Bupati Kampar 2024
  • Ratusan Kader Demokrat Dukung Ardo Jadi Bupati Kampar 2024
  • Bantu Rakyat Miskin dan Anak Yatim Piatu, Suhardiman lobi Kemensos.
  • Agustus 2022 Pacu Jalur Kuansing Akan Dihadiri Menteri Sandiaga Uno
  • PLT Bupati Suhardiman Amby Ajak Perantau Menjadi Stabilizer & Pendingin Suasana Kuansing
  • Halal Bi Halal, Suhardiman Amby ; Pemerintah Akan Selalu Hadir Ditengah Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    Demi Riau Kondusif, Tokoh Lintas Etnis Desak Kapolda Tindak Larshen Yunus!

    RMB dan LMB Rohil Ancam Laporkan Larshen Yunus ke Polda Riau, Ini Kasusnya

    Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UIN Suska Riau Mengadakan Webinar Nasional Kewirausahaan

     
     
      Opini  
    Mencari Negeri Surga

     
     
       

    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 riaubicara.com, all rights reserved