Terkait Isu Monopoli dan Penggelapan Pajak, Pihak Among Bantah Tudingan RSW
Kamis, 05/08/2021 - 17:26:45 WIB
Hotli Maruli Sirait, Direktur CV. Sawit Alam Permai.
TERKAIT:
 
  • Terkait Isu Monopoli dan Penggelapan Pajak, Pihak Among Bantah Tudingan RSW
  •  

    PEKANBARU – Haryanto alias Among membantah hasil investigasi Riau Social Work (RSW) di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, yang menuding pihaknya sebagai pemasok tunggal tandan buah sawit (TBS), yang berasal dari kawasan hutan ke pabrik kelapa sawit (PKS).

    Bahkan, pihaknya juga membantah tuduhan perusahaannya melakukan penggelapan pajak kepada Pemerintah.

    Hal itu disampaikan Hotli Maruli Sirait, Direktur CV. Sawit Alam Permai kepada awak media, Kamis (5/8/2021).

    Menurut Hotli, selama ini sawit yang mereka distribusikan ke setiap PKS justru berasal dari kebun masyarakat dan pihaknya menolak buah sawit yang berasal dari kebun yang berada di hutan lindung.

    "Selama ini buah sawit yang kita beli melalui tiga perusahaan yang saya pimpin dari kebun-kebun masyarakat," ujar Hotli.

    Terkait tudingan pihaknya memonopoli penjualan buah sawit ke setiap PKS, hal itu juga dibantah oleh Hotli.

    Menurutnya, terkait delivery order (DO) yang mereka miliki, itu tergantung PKS yang bersangkutan, dan hal itu tidak hanya perusahaan dia saja yang mendapatkan.

    "Tudingan itu tidak mendasar. Penentu DO adalah PKS, dan kalau PKS menilai kita bagus, tentu mereka akan keluarkan DO," tegasnya seraya menambahkan bahwa Haryanto alias Among tidak terlibat langsung di perusahaan sebagaimana dituduh RSW.

    Begitu juga terkait tudingan pihaknya melakukan penggelapan pajak, juga dibantah oleh Hotli.

    Lulusan STEI Rengat ini mengatakan perusahaan yang dia pimpin, tidak pernah menunggak apa lagi tidak membayar pajak atau melakukan penggelapan pajak.

    "Pembayaran pajak adalah kewajiban, dan semua usaha saya memiliki NPWP, terdaftar dan dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). CV saya juga taat pajak dan disiplin menyampaikan SPT pajak, baik masa maupun tahunan," ujar Hotli.

    Bahkan, perusahaanya juga pernah mendapatkan Penghargaan dari kantor pajak. "Kami bangga membayar pajak karena bisa membantu meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui pajak yang kami bayarkan," tambah Hotli seraya mempersilakan berbagai pihak untuk konfirmasi kepada Perpajakan.

    Terakhir, dia menambahkan, jangan ada lagi pemberitaan yang tidak mendasar apalagi sabotase. "Di masa pandemi ini mari kita bersama-sama mematuhi prokes Covid-19, membantu meningkatkan ekonomi masyarakat dan petani. Jayalah petani sawit," tutup Hotli. (rb1)



     
    Berita Lainnya :
  • Resmi Dilantik, H. Syafaruddin Poti : Apkasindo Rohul Untuk Kesejahteraan Petani Sawit
  • Jelang Pelantikan Apkasindo Rohul, H. Syafaruddin Poti, SH Sosialisasi Pergub Tentang Harga TBS
  • Didampingi Kuasa Hukumnya, Pemilik Pangkalan Helmi dan Done Bantah Isu Miring BBM Habis
  • KAMPAK Minta KPK-Polri Usut Walikota dan Sekda Pekanbaru, Catat Ini Dugaan Kasusnya
  • Walikota Firdaus Lantik Ikatan Pelajar Mahasiswa Pekanbaru
  • Pilkades Serentak, Praktisi Hukum Mardoni, SH Desak Pemda Kampar Buat Perbub Cegah Money Politic
  • Cegah Penyebaran Pandemi Covid - 19, H. Suryadi Khusaini Gelar Vaksinasi Massal
  • H. Syafaruddin Poti Harap HIPMI Riau Fokus Geluti dan Bina UMKM Guna Pemulihan Ekonomi
  • Tak Tepat Sasaran, Fraksi PDI Perjuangan minta Pemprov Riau Fokus Pemulihan Ekonomi
  • Menang jadi Ketum BPD HIPMI Riau, Rahmat Ilahi ; Terima Kasih, Kita akan gandeng semua
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    KAMPAK Minta KPK-Polri Usut Walikota dan Sekda Pekanbaru, Catat Ini Dugaan Kasusnya

    Hadiri Rakerda Repdem Riau, Wanto Sugito Minta Kadernya Jangan Lelah Advokasi Kasus Rakyat Marhaen

    Rektor UIN Suska Riau Prof Khairunnas Di Usulkan Nyapres 2024

     
     
      Opini  
    Mencari Negeri Surga

     
     
       

    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 riaubicara.com, all rights reserved