Duh! LSI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Presiden Menangani Pandemi Menurun
Rabu, 04/08/2021 - 14:43:50 WIB
Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif LSI.
TERKAIT:
 
  • Duh! LSI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Presiden Menangani Pandemi Menurun
  •  

    PEKANBARU – Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) tentang sikap publik terhadap vaksin dan vaksinasi. Salah satu yang ditanya ke publik tentang tingkat kepercayaan mereka pada kemampuan Presiden dalam menangani pandemi Covid-19, meluncur hingga berada di angka 43 persen.

    Untuk lebih dekat pada memahami masalah, hingga kita dapat memahami mengapa hal tersebut dapat terjadi, menurut Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif LSI, trend kepercayaan publik pada Presiden Joko Widodo menurun hingga di bawah 50 persen.

    LSI melakukan survei tanggal 20-25 Juni 2021 tentang sikap publik terhadap vaksin dan vaksinasi. Salah satu yang ditanya ke publik tentang tingkat kepercayaan mereka pada kemampuan presiden dalam menangani pandemi.

    "Survei ini menemukan tingkat kepercayaan terhadap Presiden dalam menangani pandemi berada di angka 43%, menurun bila dibandingkan dengan dengan Februari 2021 (56,5%)," ujar Djayadi, kepada wartawan.

    Mengapa kepercayaan tersebut menurun? Menurut Djayadi besar kemungkinan karena dua hal. Pertama keadaan ekonomi memburuk dibanding awal tahun. Ini menurut masyarakat dan ditemukan dalam survei tersebut.

    Kedua, situasi kesehatan/pandemi juga memburuk terutama mulai awal Juni, kasus Covid meningkat tajam, rumah sakit kewalahan, oksigen susah didapat, kematian meningkat tajam, dan seterusnya.

    Tentu ini juga terkait dengan cara komunikasi pemerintah yang terlihat tidak sinkron satu sama lain. Ada yang bilang terkendali, ada yang bilang tidak, dan seterusnya.

    Masih menurut Djayadi, untuk meningkatkan kembali kepercayaan tersebut: Pertama, pemerintah fokus menangani pandemi terutama pembatasan sosial tapi harus disertai dengan pemberian bantuan sosial yang cepat dan tepat kepada masyarakat yang terdampak.

    Kalau masyarakat dibatasi tapi tidak disediakan makannya (terutama masyarakat menengah ke bawah), maka upaya menurunkan jumlah kasus dan menangani pandemi melalui pembatasan sosial akan mendapatkan perlawanan dari masyarakat.

    Bantuan sosial yang ada sekarang terlambat penyalurannya, PPKM darurat sudah berjalan sejak 3 Juli tapi bantuan sosial baru mulai diberikan sejak tanggal 19 Juli (terutama di Jakarta, daerah lain mungkin lebih terlambat).

    Kedua, Pemerintah benar-benar menunjukkan ke masyarakat bahwa mereka mengikuti betul rekomendasi dari para pakar kesehatan dan bencana, seperti para epidemiolog dan unsur-unsur kesehatan yang lainnya, sehingga masyarakat juga yakin bahwa pemerintah tidak coba-coba dan punya rencana yang jelas.

    Ketiga, komunikasi politik Pemerintah harus terlihat padu, di bawah komando langsung Presiden, tidak ada lagi simpang siur informasi dari berbagai pejabat terkait.

    Dia juga menyampaikan Kementerian Kominfo memastikan koordinasi dan sinergi komunikasi antar instansi yang menangani penanggulangan pandemi dan ekonomi agar tidak terjadi tumpang tindih komunikasi. "Dan itu semua, harus berada di bawah komando Pesiden langsung," pungkas Djayadi. (rb1)



     
    Berita Lainnya :
  • Resmi Dilantik, H. Syafaruddin Poti : Apkasindo Rohul Untuk Kesejahteraan Petani Sawit
  • Jelang Pelantikan Apkasindo Rohul, H. Syafaruddin Poti, SH Sosialisasi Pergub Tentang Harga TBS
  • Didampingi Kuasa Hukumnya, Pemilik Pangkalan Helmi dan Done Bantah Isu Miring BBM Habis
  • KAMPAK Minta KPK-Polri Usut Walikota dan Sekda Pekanbaru, Catat Ini Dugaan Kasusnya
  • Walikota Firdaus Lantik Ikatan Pelajar Mahasiswa Pekanbaru
  • Pilkades Serentak, Praktisi Hukum Mardoni, SH Desak Pemda Kampar Buat Perbub Cegah Money Politic
  • Cegah Penyebaran Pandemi Covid - 19, H. Suryadi Khusaini Gelar Vaksinasi Massal
  • H. Syafaruddin Poti Harap HIPMI Riau Fokus Geluti dan Bina UMKM Guna Pemulihan Ekonomi
  • Tak Tepat Sasaran, Fraksi PDI Perjuangan minta Pemprov Riau Fokus Pemulihan Ekonomi
  • Menang jadi Ketum BPD HIPMI Riau, Rahmat Ilahi ; Terima Kasih, Kita akan gandeng semua
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    KAMPAK Minta KPK-Polri Usut Walikota dan Sekda Pekanbaru, Catat Ini Dugaan Kasusnya

    Hadiri Rakerda Repdem Riau, Wanto Sugito Minta Kadernya Jangan Lelah Advokasi Kasus Rakyat Marhaen

    Rektor UIN Suska Riau Prof Khairunnas Di Usulkan Nyapres 2024

     
     
      Opini  
    Mencari Negeri Surga

     
     
       

    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 riaubicara.com, all rights reserved