Astaga! Disuruh di Rumah Aja Selama Covid-19, 40 Pelajar Ini Malah Positif Hamil
Senin, 13/07/2020 - 22:35:26 WIB
Muhammad Yusar, Kepala Pengadilan Agama Tanjungpinang. (Batam Pos)
TERKAIT:
 
  • Astaga! Disuruh di Rumah Aja Selama Covid-19, 40 Pelajar Ini Malah Positif Hamil
  •  

    TANJUNG PINANG, RIAUBICARA.COM – Pernikahan anak usia dini di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan, ternyata masih tinggi. Bahkan di masa #StayAtHome selama pandemi Covid-19, bukannya malah surut.

    Hal ini terlihat dari banyaknya anak-anak usia sekolah yang hamil hingga terpaksa dinikahkan setelah mendapat surat rekomendasi nikah dari Pengadilan Agama Tanjungpinang.

    Sejak awal 2020 hingga Juli 2020 ini, Pengadilan Agama Tanjungpinang sudah mengeluarkan 40 putusan dispensasi menikah yang diberikan kepada puluhan anak di bawah umur.

    Menurut Ketua Pengadilan Agama Tanjungpinang Muhammad Yusar, ada 40 perkara yang diajukan pihak orangtua. Masing-masing pada bulan Januari 7 perkara, Februari 6 perkara, Maret 1 perkara, April-Mei kosong, Juni 23 perkara dan Juli 3 perkara. Sehingga total semuanya ada 40 perkara.

    Dispensasi nikah adalah salah satu syarat mutlak yang hars dipenuhi agar KUA mau menikahkan calon pengantin yang masih di bawah umur karena mereka belum diperbolehkan menikah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    ”Untuk Maret itu tidak banyak cuma 1 perkara, April sampai Mei juga nihil, karena adanya Covid-19. Namun memasuki Juni malah melonjak, sekitar 23 kasus ditambah untuk bulan ini menjadi 3 kasus,” ujarnya, seperti diberitakan luarbiasa.id grup siberindo.co, Senin (13/7/2020).

    Yusar menyebutkan, rata-rata calon pengantin yang melakukan dispensasi nikah itu dikarenakan terjadinya kecelakaan terhadap anak di bawah umur yang melakukan pacaran, hubungan intim dan terjadinya hamil diluar nikah.

    ”Kita menyarankan kalau memang ada pasangan yang ingin menikah, dan umurnya di bawah 19 tahun di tahan dulu. Tapi kalau sudah pacaran dan terjadinya hamil diluar nikah, terpaksa kita lakukan dispensasi untuk menikah, itu yang dilema bagi kita,” sarannya.

    Kata dia, kalau memang tidak dikabulkan untuk dinikahkan, memang resikonya, seperti pasangan itu akan menanggung permasalahan yang besar. Seperti melahirkan tanpa ayah, karena belum menikah.

    ”Jadi darurat seperti itu yang menjadi syarat bagi kami untuk mengabulkan permohonan ini,” katanya.

    Dia menjelaskan, dispensasi itu diketahui setelah pasangan di bawah umur yang sudah hamil dan ingin menikah di Kantor Urusan Agam (KUA), namun karena di bawah 19 tahun KUA menolak. Selain terjadinya hamil diluar nikah, kata Yusar penyebab lonjakan dispensasi nikah karena adanya perubahan undang-undang. Adanya UU Nomor 16 Tahun 2019, batas usia nikah baik perempuan dan laki-laki itu 19 tahun,” tegasnya.

    Sebelumnya, jika ingin menikah itu umurnya 16 tahun baik lelaki maupun wanita. Kemudian kata Yusar, saat ini dinaikkan menjadi 19 tahun.

    ”Apabila lelaki maupun perempuan yang ingin menikah masih berumur di bawah 19 tahun, mau tidak mau mengajukan dispensasi nikah,” katanya.

    Terkait maraknya, aktivitas dispensasi nikah ini, maka disarankan kepada dinas terkait untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk mengetahui, berapa umur yang diperbolehkan untuk menikah. Bahkan untuk orang tua, agar selalu memantau anaknya dalam berteman maupun pacaran, agar tidak terjadi hal yang tidak pantas terhadap anaknya.

    ”Kalau memang berkeinginan untuk menikah itu 19 tahun baru boleh, kemudian kepada orang tua, tetaplah menjaga anaknya, apalagi yang masih sekolah. Jangan biarkan larut malam, apalagi pergi bersama teman dan pasangannya, agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan, seperti hamil,” sarannya. (rb1)



     
    Berita Lainnya :
  • Resmi Dilantik, H. Syafaruddin Poti : Apkasindo Rohul Untuk Kesejahteraan Petani Sawit
  • Jelang Pelantikan Apkasindo Rohul, H. Syafaruddin Poti, SH Sosialisasi Pergub Tentang Harga TBS
  • Didampingi Kuasa Hukumnya, Pemilik Pangkalan Helmi dan Done Bantah Isu Miring BBM Habis
  • KAMPAK Minta KPK-Polri Usut Walikota dan Sekda Pekanbaru, Catat Ini Dugaan Kasusnya
  • Walikota Firdaus Lantik Ikatan Pelajar Mahasiswa Pekanbaru
  • Pilkades Serentak, Praktisi Hukum Mardoni, SH Desak Pemda Kampar Buat Perbub Cegah Money Politic
  • Cegah Penyebaran Pandemi Covid - 19, H. Suryadi Khusaini Gelar Vaksinasi Massal
  • H. Syafaruddin Poti Harap HIPMI Riau Fokus Geluti dan Bina UMKM Guna Pemulihan Ekonomi
  • Tak Tepat Sasaran, Fraksi PDI Perjuangan minta Pemprov Riau Fokus Pemulihan Ekonomi
  • Menang jadi Ketum BPD HIPMI Riau, Rahmat Ilahi ; Terima Kasih, Kita akan gandeng semua
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    KAMPAK Minta KPK-Polri Usut Walikota dan Sekda Pekanbaru, Catat Ini Dugaan Kasusnya

    Hadiri Rakerda Repdem Riau, Wanto Sugito Minta Kadernya Jangan Lelah Advokasi Kasus Rakyat Marhaen

    Rektor UIN Suska Riau Prof Khairunnas Di Usulkan Nyapres 2024

     
     
      Opini  
    Mencari Negeri Surga

     
     
       

    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 riaubicara.com, all rights reserved