Iih.. Rambut Manusia Bisa Jadi Bahan Layar Gadget
Rabu, 24/06/2020 - 10:33:27 WIB
Ilustrasi rambut manusia. (Internet)
TERKAIT:
 
  • Iih.. Rambut Manusia Bisa Jadi Bahan Layar Gadget
  •  

    JAKARTA, RIAUBICARA.COM - Para peneliti dari Queensland University of Technology (QUT), Australia, bekerja sama dengan barbershop setempat, mengubah limbah potongan rambut menjadi layar fleksibel untuk gadget.

    Dalam studi yang diterbitkan di jurnal ilmiah Advanced Materials ini, tim 'memecah' limbah rambut manusia sebelum membakarnya pada suhu 240 derajat Celcius. Setelah dipanaskan, rambut yang terdiri dari protein, termasuk keratin, dipecah lebih lanjut hingga yang tersisa hanya bahan mengandung karbon dan nitrogen. Dua bahan ini adalah elemen kunci untuk mendapatkan partikel yang bisa memancarkan cahaya.

    Kemudian karbon nanodot yang diekstraksi berukuran sepersejuta milimeter dikelompokkan menjadi 'pulau nano'. Nah, pulau-pulau nano ini ketika digabungkan akan membentuk lapisan aktif untuk perangkat organic light-emitting diode (OLED).

    Seperti dikutip dari detikINET, ini berarti ketika tegangan kecil diterapkan ke perangkat, display akan menyala dengan warna biru. Meski tidak cukup terang untuk digunakan di layar televisi, fleksibilitas display ini berpotensi dipakai untuk kegunaan lain termasuk wearable gadget, smart packaging, dan perangkat pintar masa depan.

    "Limbah adalah masalah besar. Perangkat yang bisa memancarkan cahaya organik berbasis karbon dot dari rambut manusia dapat dipakai untuk banyak kegunaan," kata Professor Prashant Sonar dari QUT yang memimpin peneltian ini.

    "Jenis display ini juga dapat digunakan di kondisi yang memerlukan sedikit sumber cahaya misalnya untuk gelang pintar atau perangkat medis karena bahannya tidak beracun," sambungnya.

    Penelitian lebih lanjut bahkan dilakukan oleh tim ilmuwan yang sama. Dalam riset yang diterbitkan di jurnal Sustainable Materials and Technologies, mereka menuliskan bahwa nanodot material karbon yang diturunkan dari rambut punya daya respons dan sensitivitas tinggi terhadap keberadaan kloroform.

    Karenanya, bahan tersebut juga berpotensi menjadi sensor pintar untuk melakukan pemantauan kadar kloroform secara real-time dalam sistem pengolahan air.

    "Penciptaan material berharga dari limbah rambut manusia ini memiliki potensi untuk digunakan untuk display fleksibel atau sensor penginderaan, sehingga terbuka juga peluang untuk teknologi material berkelanjutan," tutup Sonar. (rb1)



     
    Berita Lainnya :
  • Alhamdulillah! M Jamil Kembali Dikukuhkan Jadi Pj Sekda Pekanbaru
  • Waduh! Kadis LHK Riau Mangkir Diperiksa KPK
  • Mengejutkan! Pendeta Ini Sebut Turki Membuat Hagia Sophia Kembali Terhormat
  • Kepala Dinas Perkebunan Riau Diperiksa KPK, Catat Ini Kasusnya
  • Stafsus Erick Thohir Siap Disuntik Vaksin Covid-19, Anda Minat Relawan Ini Syaratnya
  • PP Minta Kejaksaan Tuntaskan Kasus Mark Up Rp23 Miliar Ganti Rugi Lahan Perkantoran Tenayan Raya
  • Viral! Ketua KPU Selingkuh, Terancam Dipecat
  • Kabar Gembira, Uji Coba Vaksin Corona Ini Terhadap Manusia Memuaskan, September Sudah Tersedia?
  • Kabar Gembira, Uji Coba Vaksin Corona Ini Terhadap Manusia Memuaskan, September Sudah Tersedia?
  • Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Sekuriti dan Pengrusakan Kantor PWI Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    Alhamdulillah! M Jamil Kembali Dikukuhkan Jadi Pj Sekda Pekanbaru

    Waduh! Kadis LHK Riau Mangkir Diperiksa KPK

    Mengejutkan! Pendeta Ini Sebut Turki Membuat Hagia Sophia Kembali Terhormat

     
     
      Opini  
    Mencari Negeri Surga

     
     
       

    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 riaubicara.com, all rights reserved